ArbTide

Apa Itu Arbitrase Spot? Selisih Harga Kripto Antar-Exchange

Arbitrase spot adalah membeli koin di satu exchange dan menjualnya di exchange lain yang harganya lebih tinggi. Pelajari metode inventaris vs transfer, biaya, dan contohnya.

Diperbarui

Arbitrase spot adalah membeli mata uang kripto di exchange yang lebih murah dan menjual koin yang sama di exchange lain yang lebih mahal, lalu menyimpan selisihnya sebagai laba. Ini adalah bentuk arbitrase kripto yang paling sederhana. Bagian yang sulit bukanlah menemukan selisihnya, melainkan menangkapnya setelah biaya, slippage, dan waktu yang dibutuhkan untuk memindahkan dana.

Poin penting

  • Laba = harga jual − harga beli − biaya − slippage − biaya transfer.
  • Dua metode utamanya adalah mentransfer koin antar-exchange atau menyimpan inventaris yang ditempatkan lebih dulu di keduanya.
  • Transfer menambah risiko harga, karena pasar bisa bergerak selagi koin dalam perjalanan.
  • Inventaris yang ditempatkan lebih dulu memungkinkan Anda mengeksekusi kedua leg pada saat yang sama, tetapi mengikat modal dan perlu diseimbangkan ulang.
  • Spread yang besar sering menandakan masalah, seperti penarikan yang ditangguhkan atau token berbeda dengan ticker yang sama.

Cara kerja arbitrase spot

"Spot" berarti Anda memperdagangkan koin sebenarnya untuk penyerahan segera, bukan derivatif. Setiap exchange menjalankan order book sendiri, sehingga koin yang sama bisa diperdagangkan pada harga yang sedikit berbeda di venue berbeda.

Untuk menangkap selisih, Anda membeli di ask (penawaran jual terendah) di exchange yang lebih murah dan menjual di bid (penawaran beli tertinggi) di exchange yang lebih mahal. Membandingkan harga trade terakhir menyesatkan, karena Anda hanya bisa membeli di ask dan menjual di bid. Selisih keduanya di satu venue adalah spread bid-ask.

Setiap leg memakan biaya taker jika Anda memakai market order, dan order besar terkena slippage karena menghabiskan beberapa level harga.

Metode 1: arbitrase transfer

Pendekatan tradisionalnya berurutan:

  1. Beli koin di Exchange A.
  2. Tarik koin ke Exchange B.
  3. Tunggu jaringan mengonfirmasi transfer dan Exchange B mengkreditkannya.
  4. Jual di Exchange B.

Masalahnya ada di langkah 3. Konfirmasi bisa memakan beberapa detik di sebagian jaringan dan jauh lebih lama di jaringan lain, terutama saat jaringan macet atau exchange mensyaratkan banyak konfirmasi. Selama itu, harga di Exchange B bisa bergerak dan selisihnya bisa tertutup. Anda juga membayar biaya penarikan, biasanya dikenakan dalam koin itu sendiri.

Metode 2: inventaris yang ditempatkan lebih dulu

Sebagian besar arbitrageur spot yang aktif sudah menyimpan saldo di kedua venue sebelumnya:

  • Stablecoin di exchange yang lebih murah, siap untuk membeli.
  • Koinnya sendiri di exchange yang lebih mahal, siap untuk menjual.

Ketika selisih muncul, mereka membeli di A dan menjual di B pada saat yang sama. Tidak perlu transfer untuk menyelesaikan trade, jadi risiko harga selama perjalanan hilang. Jebakannya, inventaris bergeser: setelah trade, A memegang lebih banyak koin dan B memegang lebih banyak stablecoin. Trader menyeimbangkan ulang nanti dengan transfer ketika biaya dan waktunya cocok, atau menunggu selisih terbuka ke arah sebaliknya.

Memegang koin di Exchange B juga membuat Anda terpapar harganya. Sebagian trader melakukan hedge atas inventaris itu dengan posisi short perpetual, yang membuat kepemilikannya delta-netral, artinya nilainya tidak lagi bergerak mengikuti harga koin.

Arbitrase transfer Inventaris yang ditempatkan lebih dulu
Modal yang dibutuhkan Satu saldo Saldo di kedua exchange
Kecepatan Beberapa menit atau lebih Kedua leg sekaligus
Risiko harga selama trade Tinggi Rendah
Biaya penarikan Setiap trade Hanya saat menyeimbangkan ulang
Eksposur ke harga koin Hanya selama perjalanan Terus-menerus kecuali di-hedge
Eksposur counterparty Satu exchange dalam satu waktu Beberapa exchange sekaligus

Contoh perhitungan

Asumsikan koin XYZ punya harga ilustratif berikut:

  • Ask di Exchange A: $2.000
  • Bid di Exchange B: $2.012, selisih kotor 0.60%
  • Biaya taker: 0.1% di setiap exchange
  • Ukuran trade: 5,000 XYZ

Dengan inventaris yang ditempatkan lebih dulu:

Langkah Perhitungan Jumlah
Beli di A 5,000 × $2.000 −$10,000.00
Biaya di A $10,000 × 0.1% −$10.00
Jual di B 5,000 × $2.012 +$10,060.00
Biaya di B $10,060 × 0.1% −$10.06
Laba bersih +$39.94

Dengan transfer, asumsikan biaya penarikan 5 XYZ, sehingga hanya 4,995 XYZ yang tiba. Jika harga bertahan, Anda menjual 4,995 × $2.012 = $10,049.94, membayar biaya $10.05, dan mendapat bersih $29.89 setelah $10,010 yang dibelanjakan di A. Jika bid di Exchange B turun 0.5% ke $2.00194 selagi koin dalam perjalanan, penjualan menghasilkan $9,999.69, biayanya $10.00, dan hasilnya adalah rugi $20.31.

Peluang yang sama menghasilkan laba dengan inventaris dan rugi dengan transfer begitu harga bergerak. Karena itulah kecepatan sangat penting. Sebelum slippage, trade ini mencapai titik impas pada selisih sekitar 0.2%, karena kedua biaya masing-masing mengambil kira-kira 0.1%. Gunakan kalkulator laba arbitrase untuk menghitung angka Anda sendiri.

Mengapa selisih bertahan, dan kapan menjadi jebakan

Selisih kecil pada koin utama biasanya tertutup dalam hitungan detik, karena banyak bot memperdagangkannya. Selisih yang lebih besar cenderung muncul pada koin yang kurang likuid, di exchange yang lebih kecil, dan saat pasar bergerak cepat. Sebelum memercayai spread yang besar, periksa:

  • Deposit dan penarikan terbuka untuk koin itu di kedua exchange. Selisih yang bertahan sering berarti satu sisi ditangguhkan, sehingga tidak ada yang bisa memindahkan koin untuk menutupnya.
  • Tokennya sama. Dua proyek yang tidak berhubungan bisa memakai ticker yang sama, atau exchange bisa melisting versi koin di jaringan berbeda. Bandingkan alamat kontrak dan jaringannya.
  • Kedalamannya nyata. Harga terbaik mungkin hanya menampilkan ukuran beberapa ratus dolar, dan level berikutnya bisa menghapus keunggulannya.
  • Mata uang quote-nya cocok. Harga dalam USDT di satu venue dan dalam USDC di venue lain baru bisa dibandingkan setelah dikonversi dengan kurs USDT/USDC saat ini.

Lihat risiko arbitrase untuk detail lebih lanjut tentang masing-masing poin ini.

Bagaimana ArbTide membantu

Scanner arbitrase live membandingkan harga bid dan ask untuk koin yang sama di berbagai exchange dan menampilkan spread setelah dikurangi biaya taker. Halaman strategi arbitrase spot menjelaskan cara menilai setiap rute sebelum Anda trading.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa itu arbitrase spot di kripto?
Arbitrase spot adalah membeli mata uang kripto di exchange yang lebih murah dan menjual koin yang sama di exchange yang lebih mahal. Labanya adalah selisih harga dikurangi biaya trading, slippage, dan biaya transfer.
Apakah saya perlu mentransfer koin antar-exchange untuk arbitrase spot?
Belum tentu. Banyak trader arbitrase menyimpan inventaris yang ditempatkan lebih dulu, yaitu stablecoin di satu exchange dan koinnya di exchange lain, sehingga kedua leg dieksekusi pada saat yang sama. Transfer hanya dipakai untuk menyeimbangkan ulang.
Mengapa harga spot berbeda antar-exchange?
Setiap exchange punya order book, trader, dan likuiditasnya sendiri. Harga saling menjauh ketika permintaan melonjak di satu venue, ketika likuiditas tipis, atau ketika deposit dan penarikan lambat atau ditangguhkan, sehingga arbitrageur tidak bisa menutup selisihnya.
Seberapa besar spread yang dibutuhkan untuk arbitrase spot?
Spread harus lebih besar daripada gabungan biaya trading di kedua exchange, slippage di kedua leg, dan biaya penarikan atau jaringan. Dengan biaya taker 0.1% di setiap sisi, misalnya, spread di bawah sekitar 0.2% sudah merugi sebelum slippage.
Apakah arbitrase spot berisiko?
Ya. Harga bisa bergerak selagi transfer tertunda, satu leg bisa gagal terisi, penarikan bisa ditangguhkan, dan menyimpan inventaris di exchange membawa risiko harga sekaligus risiko counterparty.

Panduan terkait